TUGAS BAHASA INDONESIA HALAMAN 199

MATERI PERTAMA
Topik 1: Lemahnya penguasaan bahasa Indonesia 
Pernyataan: Sebagai bagian dari budaya,
bahasa juga rentan terpengaruh oleh
globalisasi, terutama dengan semakin
mudahnya pembelajaran dan penggunaan bahasa. Dengan semakin tergantungnya negara satu dengan negara yang lain, diperlukan satu bahasa umum agar komunikasi dapat dilakukan lebih mudah tanpa memerlukan penerjemah. Bahasa Inggris biasanya menjadi bahasa yang paling mudah
memengaruhi bahasa-bahasa lain di dunia, dikarenakan penggunaannya sebagai bahasa Internasional.
Web/Halaman: https://osf.io/9pmu6/download/?format=pdf (2)

Topik 2: Bahasa asing merupakan bahasa ilmu pengetahuan
Pernyataan: Dalam era globalisasi saat ini, penguasaan bahasa asing menjadi salah satu
syarat penting untuk dapat berkomunikasi dan berkolaborasi dengan masyarakat dunia. Hal ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya ilmu pengetahuan, teknologi komunikasi, dan informasi. Pembelajaran bahasa asing di Indonesia menjadi suatu kebutuhan. 
Web/Halaman: http://repository.unj.ac.id/14588/2/BAB%20I.pdf (1)

Topik 3: Berkurangnya eksistensi bahasa Indonesia di kalangan masyarakat
Pernyataan: Rasa bangga ber- bahasa Indonesia belum tertanam pada setiap orang Indonesia. Rasa menghargai bahasa asing (dahulu bahasa Belanda, sekarang bahasa Inggris) masih terus menampak pada sebagian besar orang Indonesia. Mereka menganggap bahwa bahasa asing lebih tinggi derajatnya ketimbang bahasa nasional mereka sendiri, bahasa Indonesia. Bahkan, mereka seolah acuh tak acuh dengan perkembangan bahasa Indonesia (Muslich, 2010: 38).
Web/Halaman: https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/PRASI/article/view/8943/5776 (30)


MATERI KEDUA
Topik 1: Membaca buku untuk memperoleh pengalaman
Pernyataan: Dipandang dari proses pembelajaran, buku teks pelajaran itu mempunyai peran penting. Jika tujuan pembelajaran adalah untuk menjadikan siswa memiliki berbagai kompetensi, untuk mencapai tujuan tersebut, siswa perlu menempuh pengalaman dan latihan serta mencari informasi. Alat yang efektif untuk itu adalah buku teks pelajaran sebab pengalaman dan latihan yang perlu ditempuh dan informasi yang perlu dicari, begitu pula tentang cara menempuh dan mencarinya, disajikan dalam buku teks pelajaran secara terprogram.
Web/Halaman: http://staffnew.uny.ac.id/upload/132002605/pengabdian/PPM-Pengintegrasian+Pendidikan+Karakter.pdf (2)


MATERI KETIGA

Topik 1: Dengan bekal kemampuan dalam kecakapan, siswa diharapkan mampu menghadapi tantangan hidup dalam kehidupan.
Pernyataan: Kecakapan hidup akan memiliki makna yang luas apabila kegiatan pembelajaran yang dirancang memberikan dampak positif bagi peserta didik
dalam membantu memecahkan problematika kehidupannya, serta mengatasi problematika hidup dan kehidupan yang dihadapi secara proaktif dan reaktif guna
menemukan solusi dari permasalahannya.
Web/Halaman: http://a-research.upi.edu/operator/upload/t_pls_0809604_chapter1.pdf (1)

Topik 2: Pengembangan kecakapan (life skill) melalui ekstrakurikuler dari sekolah  Pernyataan: Lifeskill atau yang dikatakan kecakapan hidup hakikatnya sangat dibutuhkan oleh seorang siswa, yang didapatkan melalui pendidikan formal maupunpendidikan non formal. Dalam suatu pendidikan diharapkan siswa tidak hanya ahli dalam bidang akademik saja, namun juga dalam bidang sosial yakni mampu bekerjasama dengan teman sebayanya, mampu menumbuhkan kekreatifan dalam menciptakan suatu produk dan lain sebagainya. Dengan adanya penerapan life skill atau kecakapan hidup dalam kegiatan ekstrakurikuler mampu menjadikan siswa tidak hanya fokus terhadap dunia pribadinya namun juga mampu menjadikan siswa lebih pedulid danmempunyai kepekaan terhadap lingkungan dan juga teman disekitarnya. 

Web/Halaman: http://repo.uinsatu.ac.id/13170/4/BAB%20I.pdf (8-9)


Komentar